TUGAS FILSAFAT

Nama : Ukan Saokani NIM : 1127050164 Kelas : II/IF_D MENGENAL ALLOH  PENDAHULUAN Alloh sebagai figure sentral dalam kaidah paradigm baru ekologi manusia ini perlu dijelaskan zat, wujud, sifat, keheendak-Nya, dan makna syahadah. Alloh itu ada, mustahil tidak ada, dan adanya Maha Esa. Tiada tuhan selain Dia (Q S. Al – Baqoroh [2]: 163). Adanya alam bukti adanya Sang Pencipta, kalau tidak ada Alloh, maka alam tidak akan ada. Firman Alloh yang artinya: “…tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dia yang ke-empat. Dan tiada yang berbisik berempat melainkan Dia yang ke-lima, tiada yang berbisik berlima melainkan Dia yang ke-enam, tiada kurang dari itu dan tiada lebih dari itu melainkan Dia bersama dimana mereka berada…”(Q.S. Al – Mujadalah[58]: 7).  DZAT ALLOH Dzat Alloh telah dikenal sejak sebelum nabi Adam AS dan nabi Muhammad SAW. Dikenal secara akal bahwa alam ini tidak wujud dengan sendirinya dan alam tidak sempurna. Hal ini membuktikan bahwa ada dzat yang menciptakan dan mengatur. Secara fisik, di alam ini ada gas, zat cair, yang dapat dibagi kepada proton, electron dan neutron. Adanya susunan kosmos, dimana bumi mengellingi matahari selama 365 hari, 5 jam 4 menit 3 detik secara konstan sepanjang waktu. Adanya planet, bintang, tata surya, merupakan bukti ada dzat yang mengatur. Secara etika di dalam kosmos ada yang indah, ada kehidupan yang tidak beres, penyimpangan, da nada entropi(berpindahnya ketidak beresan dari satu tempat yang lain). Ini bukti harus adanya pengadilan. Adanya sifat limited atau terbatas, seperti adanya dunia fana, tidak abadi menunjukan adanya kehidupan yang abadi.  WUJUD ALLOH Wujud Alloh dapat di buktikan melalui pemikiran dalil jauhar fardhi (atom). Benda berubah bentuk, bergerak, surut, dan berkembang fluktuatif, yang biasa disebut ‘aradh (relative). Ini menunjukan bahwa alam itu baru, dan setiap sesuatu yang baru pasti ada penciptanya. Kemudian dalil wajib al – mumkin. Maknanya bahwa wujud alam sebagai ceminan wujudnya Alloh. Wujudnya bukan kebetulan tapi suatu keharusan dan ini mungkin bagi Alloh sebagaimana pendapat aliran Mu’tazilah. Ibnu Rusyd menambahkan tentang wujud Alloh dengan menggunakan dalil inayah (perhatian). Melalui bukti bahwa alam sesuai dengan kehidupan manusia dan makhluk lain. Hal ini bukan kebetulan, akan tetapi ada penciptaan secara rapi, teratur berdasarkan kebijaksanaan. Ada siang malam, 4 musim, matahari, bulan, hujan yang sesuai untuk kehidupan. Ini membuktikan adanya perhatian bukan secara kebetulan dan secara rasio sesuai dengan Al – Qur’an: “Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumidan segala yang ada diantara keduanya dengan main – main.(Q.S. Al – Anbiya[21]: 16). Kemudian dalil ikhtira (penciptaan). Melalui dalil ini, makhluk tidak wujud, tumbuh, hidup, dan bukan pula kebetulan. Sebab keberagaman, berarti ada penyebab utama yang menciptakan. Hal ini mendorong orang untuk mengetahui ilmunya. (Baca Q.S. Al – Hajj[22]: 73). Menurut Al Maturidi, Wujud Alloh dapat dibuktikan dengan dalil ‘aradh (perlawanan), yaitu alam tidak qadim (kekal), karena ada perlawanan antara diam dan bergerak, baik dan buruk, dsb. Kemudian dalil kausalitas adanya perubahan dan perhatian. Ini berasal dari Al – Qur’an dan para filosof. Dan dari dalil perhatian menunjukan bahwa wujud alam sesuai dengan wujud manusia, hewan, tumbuhan, bukti ada perhatian. Dari dalil perubahan juga dikatakan jika alam wujud sendiri, maka keadannya satu tapi berubah. Ini pasti ada penyebabnya. Wujud Alloh menurut syaikh Nuruddin Ar – Raini tidak perlu bukti, tetapi melalui iman akan wujudnya. Wujud Alloh adalah hakiki, sedangkan wujud makhluk adalah majazi. Dengan adanya perubahan alam, mengindikasikan alam itu baru dan sesuatu yang baru akan rusak. Jadi Alloh itu wajibul wujud, atau wajib adanya, sedangkan makhluk itu mumkinul wujud,atau bias ada bias tidak.  SIFAT – SIFAT ALLOH Ulama salaf (ulama terdahulu) mempelajari sifat – sifat Alloh ada 13 yang wajib diketahui. Tapi ada juga ulama yang mengatakan bahwa sifat – sifat Alloh yang wajib diketahui itu ada 20. Hal itu hanya berbeda dalam dalam sifat yang tergolong dalam sifat ma’ani dan ma’nawiyah. Ulama yang mengatakan bahwa sifat Alloh itu ada 13, mereka menganggap bahwa sifat yang ma’nawiyah itu masih sama maknanya dengan sifat ma’ani. Aliran Mu’tazilah menyamakan antara sifat dengan dzat Alloh. Sedangkan menurut golongan Al – Asy’ariyah dzat Alloh tidak sama dengan sifat-Nya dan dapat dipisahkan. Nuruddin Ar – Raini menjelaskan bahwa Sifat Alloh memiliki wujud yang tidak berbeda dengan dzat, sebab wujud yang hakiki hanya Alloh, tapi sifat berbeda dengan dzat Alloh.  KEHENDAK ALLOH Segala yang diciptakan Alloh berdasarkan kehendakNya. Kehendak Alloh adalah mutlak, tidak terpengaruh oleh campur tangan manusia. Malaikat pun tidak dapat mempengaruhiNya. Dan apa yang dikehendakinya pasti terjadi. Dalam Al – Qur’an surat An – Nahl : 40 Alloh SWT berfirman “Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, ‘Kun(jadilah !, maka jadilah ia,’.”  MAKNA SYAHADAH Makna Syahadah At – Tauhiid yaitu tentang ke Esaan Alloh, kalau banyak atau lebih dari Satu maka ada tiga kemungkinan. Pertama, jika ada pembagian tugas, maka sifat kemutlakan, keEsaan, dan kesucian Alloh dari syirik hilang. Kedua, jika berkehendak masing – masing tanpa pembagian tugas, maka akan terjadi overlapping atau bersebrangan dengan kehendaknya dalam mewujudkan alam semesta. Ketiga, apabila salah satu sebagai wakilnya, maka hilang pula sifat kemampuan Alloh sebagai dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu. Sifat dan dzat Alloh merupakan 2 sisi yang tak dapat di pisahkan. Seperti garam dan rasa asinnya, gula dan rasa manisnya.  ULUHIYYAH Hubungan vertical antara seluruh komponen alam termasuk manusia adalah hubungan dengan Alloh. Uluhiyah Alloh tidak ada tuhan selain Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya. Sebutan Alloh adalah sebuah nama yang agung. Dengan demikian maka Alloh tidak memiliki padanan dengan tuhan - tuhan makhlukNya karena Dia maha tunggal, Dial ah tempat tumpuan segala permintaan, kebutuhan dan permasalahan seluruh makhluk. Tidak ada tuhan yang berasal dari ciptaan Alloh selain dari Alloh sendiri satu – satunya pencipta segala sesuatu. Jadi sifat uluhiyyah Alloh kalau kita tarik garis panah, maka panah itu akan menunjuk kea rah atas (dari makhluk kepada sang kholiq.  RUBUBIYYAH Sifat Rububiyyah Alloh sebgai Rabb selain bermakna tuhan juga bermusytaq dari murabbi (pemelihara), atau tadbir (pemenej). Posisi rabb adalah rabban nas dan rabbal ‘alaamiin. Yaitu sebgai tuhannya manusia dan tuhannya alam. Konsekuensi dari sifat pemenejnya, pemelihara dan pembagi kepada seluruh makhluk. Jadi sifat Rububiyyah Alloh dalam konteks adanya tuntunan qudrat dan iradatNya serta tuntutan hak – hakNya bagi alam atau makhlukNya, maka bila kita tarik garis symbol panah secara vertical akan menghasilkan gambar panah yang menghadap ke bawah (sebagai lambang management Alloh terhadap alam. Catatan : 1. Wujud Alloh tidak perlu di buktikan akan tetapi cukup iman akan wujudnya. mengimani akan wujudNya melalui ciptaanNya. Karena tidak akan ada seluruh makhluk/yang di ciptakan jika tidak ada Sang Kholiq/pencipta(Alloh). Wujud Alloh itu wajibul wujud(wajib adanya), sedangkan makhluk mumkinul wujud(bias ada bias tidak). 2. Jika kita merenungkannya secara mendalam atau kita pikirkan hanya dengan akal, kita tidak dapat menjangkau pengertian wujudnya Alloh. Karena, menurut pandangan akal yang namanya wujud itu minimal dapat terlihat dengan mata. Sedangkan wujudnya Alloh tidak dapat dilihat dengan mata kita karena Alloh bersifat ga’ib, tapi ga’ibnya Alloh jauh berbeda dengan ga’ibnya makhluk karena Alloh mempunyai sifat Mukhalafatul Lilhawaditsi atau berbeda dengan yang lain (makhlukNya). Disini lah iman berperan. Sehingga jika kita tidak mengimani akan wujudnya Alloh kita dapat bertambah jauh dariNya bahkan sampai tersesat dan kufur.

0 Response to "TUGAS FILSAFAT"

Posting Komentar