Menaklukan Virus Komputer



MENAKLUKAN VIRUS KOMPUTER

diajukan untuk memenuhi Tugas UAS Bahasa Indonesia

DISUSUN OLEH
UKAN SAOKANI




 



TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012



KATA PENGANTAR
            Bismillahirrahmaanirrahim
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan nikmat dan karunia-Nya, alhamdulillah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah yang berjudul “MENAKLUKAN VIRUS KOMPUTER” disusun untuk memenuhi tugas UAS bahasa Indonesia.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Akan tetapi hal itu tidak lepas dari ketidak sempurnaan ilmu saya sendiri.

Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya makalah ini. Pertama kepada ibu Yeti Heryati selaku dosen yang memberikan materi. Kedua, kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan dari segi materi dan moril. Ketiga, kepada seluru rekan-rekan dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Semoga Alloh SWT membalas kebaikannya dengan balasan yang berlipat ganda.

Saya tidak menutup hati akan adanya kekurangan dan kehilapan dalam menyusun makalah ini. Oleh karena itu saran dan keritik sangat di harapkan. Semoga kerja kecil ini dapat memberi manfa’at yang berguna meskipun makalah ini masih jauh dari sempurna.




                    Bandung, 28 Desember 2012


Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTARi
DAFTAR ISIii
BAB I PENDAHULUANiii
1.1 Latar belakang masalahiii
1.2 Perumusan masalahv
1.3 Tujuanv
1.4 Sistematika penulisanv

BAB II PEMBAHASAN1
2.1 Aktivitas virus1
2.2 Beberapa program berbahaya  dan istilahnya2
2.3 Jenis – jenis virus3
2.4 Mengapa virus mudah menyebar4
2.5 Mencegah serangan virus5
2.6 Penanganan computer yang terinfeksi virus11

BAB III PENUTUP14
  3.1 Kesimpulan14

DAFTAR PUSTAKA15










BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Denga adanya kemajuan dibidang teknologi dan informasi, maka komputer merupakan salah satu kemajuan teknologi yang sedang populer saat ini dan banyak dipelajari serta digemari, juga diajarkan sebagai pelajaran di sekolah, perkuliahan pelatihan dan pengajaran serta digunakan untuk kepentingan intansi baik pemerintahan maupun swasta di segala bidang kegiatan.

Namun disamping itu, banyak orang yang menyalah gunakan alat tersebut. Diantaranya untuk membuat program yang dapat merusak komputer itu sendiri yang dikenal sebagai virus. Pada tahun 1948, Johan Von Neuman , seorang maatematika-wan yang juga salah satu perintis penemuan teknologi komputer, berhasil menemukan cara mereplikasi (mengadakan) file dengan sendirinya dalam waktu yang singkat. Penemuannya itu dikenal sebagai istilah kode replikasi automata.

Istilah virus komputer baru dikenal 40-an tahun setelah kemunculannya, yaitu pada tahun 1984. Fred Cohan memberikan istilah virus komputer yang dikenal sekarang ini. Definisi virus komputer menurut Fred Cohan: “ program yang mampu menginfeksi program lain dengan memodifikasi program tersebut serta menggandakan dirinya sendiri.

Saat ini, diperkirakan lebih dari 1.000.000 virus telah muncul. Dari rata – rata 200 virus baru yang dikembangkan, 20 diantaranya di desain untuk membuat kerusakan sistem dan membuat perintah berbahaya. Dalam upaya menangkal serangan virus, dibentuklah EICAR (European Institute for Komputer Antivirus Research) yang didirikan di Hamburg, Jerman  pada Desember 1990. Sementara itu programmer virus tidak tinggal diam begitu saja, mereka kemudian membuat organisasi “underground” tandingan bernama VCC (Virus Creation Center). Pada awal 1992 muncul pertama kali virus windows.

Ada beberapa motif yang melatar belakangi orang untuk membuat virus. Diantaranya, sebagai popularitas. Dengan mengembangkan sebuah virus yang handal, jenis file apa saja yang diinfeksinya, dan mampu mencari celah keamanan pertama untuk dieksploitasi akan mengantarkan seorang pembuat virus menjadi terkenal. Kemudian sebagai tantangan. Banyak pembuat virus sangat antusias dan menikmati tantangan pekerjaan tersebut. Terus sebagai ajang balas dendam. Beberapa virus khusus didesain untuk membalas dendam pada perusahaan atau individu tertentu. Karena merasa sakit hati dengan perusahaannya. Mereka yang memiliki pengetahuan membuat virus kemudian menaruh program perusak tersebut dalam jaringan untuk mengacaukan lingkungan, menghancurkan dan merusak sistem komputer. Kemuudian sebagai cara untuk mengetahui celah keamanan.

Beberapa programmer menggunakan malware dan virus untuk melihat sejauh mana celah keamanan dalam sebuah software. Ada juga yang menggunakannya sebagai spionase. Maksudnya untuk mendapatkan informasi rahasia mengenai sebuah perusahaan, pemerintah, militer, dan target serangan lain adalah salah satu motivasi dari programmer virus. Selain itu, virus digunakan untuk Cyberware (perang dunia maya). Beberapa pemerintahan menggunakan virus atau malware lainnya sebagai alat untuk bertahan. Pusat militer menjadikannya sebagai alat perang dengan tujuan untuk menghindari akses dan serangan dari musuh. Sebuah Negara, atau kelompok bisaa juga menggunakan virus untuk melakukan serangan pada fasilitas – fasilitas penting yang menggunakan teknologi komputer, seperti listrik, transportasi dan pusat perbelanjaan. Serta ada juga yang bermaksud untuk pendidikan. Beberapa instruktur mengajari siswanya, memprogram virus sebagai latihan dan program pembelajaran. Virus yang dibuat dan dieksekusi akan sangat membantu siswa memahami konsep pemrograman virus dan cara kerjanya.
1.2   Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan akan dikemukakan beberapa masalah yang pasti akan berguna bagi para pembaca, diantaranya :
1.      Aktivitas virus
2.      Beberapa program berbahaya dan istilahnya
3.      Jenis – jenis virus
4.      Mengapa virus mudah menyebar
5.      Mencegah serangan virus
6.      Penanganan komputer yang terinfeksi virus


1.3   Tujuan
1.      Untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia.
2.      Berbagi ilmu dengan para pembaca buku ini.

1.4   Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan karya tulis ini saya menggunakan sistematika pembahasan sebagai berikut:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1              Latar belakang masalah
1.2              Perumusan masalah
1.3              Tujuan
1.4              Sistematika penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1              Aktivitas virus
2.2              Beberapa program berbahaya dan istilahnya
2.3              Jenis – jenis virus
2.4              Mengapa virus mudah menyebar
2.5              Mencegah serangan virus
2.6              Penanganan komputer yang terinfeksi virus

BAB III PENUTUP
3.1              Kesimpulan
3.2              Saran
DAFTAR PUSTAKA



 
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Aktivitas Virus
1.      Melakukan manipulasi
Virus seringkali melakukan manipulasi file, misalnya file yang pada awalnya berekstensi *.doc dapat berubah menjadi *.exe (application), menyembunyikan atau bahkan menghapus file, merusak program sehingga tidak bisa lagi dioperasikan, atau memunculkan pesan – pesan aneh yang mengganggu tampilan layar monitor. Tidak jarang dengan memodifikasi registry windows, seperti Registry editor, command prompt, taks manager, search, dan lain – lain. Virus juga sering mengubah dan menuliskan tanda khusus pada file yang diinfeksi, biasanya dengan memberikan ukuran file yang khas pada file yang diinfeksi dengan tujuan untuk menghindari infeksi lebih dari satu kali pada file yang sama, sehingga penyebarannya lebih efisien.

2.      Mengaktifkan dirinya di startup
Setelah komputer dimatikan, maka secara otomatis semua program yang berjalan di komputer akan berhenti, termasuk aktivitas virus. Agar efektif, virus kemudian memanfaatkan fasilitas auto startup (suatu program yang dapat berjalan sendiri sesaat setelah komputer dinyalakan), dengan tujuan agar setiap kali komputer dinyalakan, maka virus dengan sendirinya akan aktif.

3.      Menggandakan dan menularkan diri
Virus dapat menyebar dengan mudah dalam waktu yang singkat, dari satu komputer ke komputer lain melalui berbagai media. Setelah mendapatkan korban baru, virus segera menulari file – file yang telah ditargetkan.


4.      Menyembunyikan aktivitasnya
Terkadang keberadaan dan aktivitas antivirus di komputer tidak diketahui oleh pengguna (user) yang masih awam. Dengan menyembunyikan aktivitasnya, virus dapat dengan leluasa menginfeksi file – file yang telah di target, sehingga kemudian anda menyadari file – file yang anda miliki tidak berfungsi atau menjadi rusak.

2.2 Beberapa Program Berbahaya dan Istilahnya
1.      Malware
Malware adalah sebuah istilah yang bermakna program yang tidak diinginkan. Malware sendiri merupakan singkatan dari Malicious Software (software yang jahat). Contoh jenis malware diantaranya, worm, Trojan horse, logic bomb, dan sebagainya.

2.      Worm
Worm sangat mirip dengan virus, namun tidak memerlukan inang (host) program. Tipe worm akan melampirkan (attach) dirinya sendiri yang memiliki kode dari file atau program. Worm dapat menyalin dirinya sendiri dan menyebar melalui jaringan (network) dengan cepat. Biasanya worm akan mengeksekusi dirinya secara otomatis dan tidak menimpa (overwrite) file atau program. Worm pertama kali dibuat oleh Robert Morris tahun 1988.

3.      Trojan horse
Trojan horse terkadang memiliki ssejumlah kode program yang merusak, dan biasanya menggunakan ekstensi .com atau .exe. namun ia tidak memerlukan file lain sebagai inangnyan dan tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri.

4.      Logic bomb
Jenis ini mirip konsep bom waktu. Seringkali logic bomb melampirkan diri ketika program bekerja tapi tidak bereplikasi.
Perbedaan
Jenis Malware
Virus
Worm
Trojan
Memerlukan inang
Ya
Tidak
Tidak
bereplikasi
Ya
Ya
Tidak

2.3 Jenis – jenis Virus
1.      Virus program
Virus ini melampirkan file executable, sehingga ketika file tersebut dieksekusi, maka virus akan bekerja. Terdapat beberapa tipe file DOS yang dapat dieksekusi, yaitu file dengan ekstensi .com, .exe, dan .bat.

2.      Virus sistem
Virus ini memanfaatkan file yang digunakan untuk mengoprasikan sistem komputer, seperti file dengan ekstensi .sys, .com, dan sebagainya.

3.      Virus makro
Aplikasi seperti Ms. Word dan excel memiliki fasilitas bahasa makro. Makro adalah bagian dari perintah yang dapat merekam dan menyimpan aktivitas yang digunakan secara berulang oleh pengguna. Sekali menulis, makro dapat menugaskan aktivitas tombol, menu, atau tombol pada toolbar. Misalnya ketika tombol diakses maka makro akan berjalan dan merekam instruksi – instruksinya. Virus ini dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic (VB) dan WordBasic. Sebagai contoh ketika menggunakan Ms. Word, biasanya makro ditulis sebagai global template Normal.dot. hal ini menjamin bahwa virus dapat berjalan pada saat program Ms. Word dijalankan dan setiap file baru yang dinuat akan terinfeksi dan dimodifikasi oleh virus makro.

4.      Virus boot sector
Virus ini masuk ke dalam memori komputer dan dieksekusi ketika komputer pertama kali booting. Atau dengan kata lain, virus ini memanfaatkan media penyimpanan data sebagai tempat untuk menularkan dirinya.

5.      Virus script
Virus ini dibuat dalam kode Java Script, ActiveX, dan Java Applets, yang seringkali berjalan dengan otomatis ketika anda mengunjungi sebuah web.

2.4 Mengapa Virus Mudah Menyebar
            Secara umum terdapat empat buah factor yang menjadikan virus dapat dengan mudah menyebar dan berkembang dengan sangat cepat, yaitu :

1.      Kesamaan dalam menggunakan software komputer
Sekitar 90% komputer yang digunakan di seluruh dunia bekerja denga sistem operasi Microsoft Windows. Sedangkan untuk program aplikasi perkantoran seperti Ms. Word, excel, dan power point lebih mendominasi disbanding program lainnya yang melmiliki fungsi yang sama. Faktanya saat ini, aplikasi Ms. Office hamper digunakan oleh semua kalangan baik perumahan, pemerintahan, bahkan perguruan tinggi.

2.      Minimnya informasi dan pengetahuan tentang virus
Sasaran yang paling berpotensi menjadi korban adalah para pengguna komputer yang masih awam tentan dunia virus komputer. Seringkali pengguna tidak hati – hati dan sembarangan dalam mengeksekusi sebuah file. Virus seringkali memanfaatkan kelalaian dan ketidak tahuan pengguna. Ditambah lagi ketika sebuah komputer sudah terinfeksi, pengguna tidak tahu cara mengatasinya adengan benar.

3.      Meningkatnya kemampuan virus
Munculnya berbagai produk program antivirus, menjadikan para pembuat virus harus merubah strategi dalam mendesain virus. Hal ini bertujuan agar virus yang dibuatnya tidak mampu dideteksi program antivirus, atau bahkan mampu melumpuhkan dan mematikan program antivirus tersebut.
4.      Perkembangan teknologi media transfer data
Sebuah komputer yang terisolasi atau yang tidak pernah berinteraksi dengan komputer lain, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

2.5 Mencegah Serangan Virus
1.      Akun terbatas dan membatasi ruang gerak virus
Jika anda ingin memperoleh keamanan dalam menggunakan windows, pengaturan akun pengguna sangat penting, dimana setiap pengguna memiliki hak akses terhadap windows berdasarkan jenis akun pengguna.

Terdapat 5 tipe akun  di windows yang memiliki hak akses berbeda, yaitu :
a.       Akun administrator (Administrator accounts)
b.      Akkun terbatas (Limited accounts)
c.       Akun standar (Standar accounts)
d.      Akun tamu (Guest accounts)
e.       Akun pengguna khusus (special user accounts)
Akun administrator memiliki kemampuan untuk mengatur secara penuh setiap elemen sistem windows. Pengguna dengan tipe ini memiliki keistimewaan untuk melakukan apapun, termasuk merusak sistem. Tipe ini seringkali dimanfaatkan oleh virus untuk melakukan infeksi terhadap sistem dengan leluasa. Pengguna administrator dapat melakukan hal berikut :
a.                   Meng-install dan uinstall program, hardware, dan drivers.
b.                  Melakukan perubahan sistem dengan leluasa.
c.                   Membuat, menghapus, dan mengatur semua pengguna dan akun grup.

Berbeda dengan akun administrator, akun tamu didesain intuk menjaga sistem komputer dari pengguna lain (atau virus) yang akan melakukan perintah berbahaya. Pengguna terbatas dapat melakukan beberapa hal berikut :
a.       Dapat menambahkan, mengubah dan menghapus password untuk pengguna sendiri.
b.      Dapat mengubah tampilan desktop tetapi hanya berlaku untuk dirinya sendiri.
Sedangkan untuk akun tamu hamper sama dengan akun terbatas, yang membedakan adalah ia tidak dapat menambahkan password, maupun melakukan perubahan desktop.

2.      Membuat akun tamu
Sekarang akan dijelaskan cara membuat akun tamu yaitu sebagai berikut :
a.       Klik start – control panel, lalu buka user accounts and Family safety
 






b.      Klik user accounts






c.       Klik manage another account
 
d.      Klik akun Guest.

e.       Klik turn on
3.      Membuat kata sandi pada Administrator
Dengan memberikan password pada padministrator, maka tidak semua pengguna dapat langsung mengakses komputer anda, kecuali pengguna tersebut telah memasukan kata sandi yang sesuai.

4.      Membekukan komputer
Membekukan komputer maksudnya menjaga seluruh file yang ada pada drive agar tidak dapat diubah sedikitpun. Jadi, jika terjadi perubahan isi drive, baik berupa penambahan file, penghapusan file, atau manipulasi registry yang dilakukan oleh virus, maka setelah komputer di-restart, semua perubahan yang terjadi akan dikembalikan seperti semula. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan sebuah program yang dikenal sebagai Deep Freeze.

5.      Mencegah virus menyerang file Word
File word dapat diserang oleh virus makro, tetapi virus makro hanya menginfeksi file – file berekstensi *.doc. sedangkan Ms. Word pada dasarnya mendukung pula file berekstensi *.rtf (rich text format), sehingga perlu dipertimbangkan untuk mengatur file yang berekstensi *.doc menjadi *.rtf. Cara menyimpan file dengan menggunakan format *.rtf yaitu pada saat menyimpan dokumen, dari menu file, pilih Save As, pada kolom Save As Type, pilih Rich text Format, lalu klik tombol Save.

6.      Melihat ekstensi file secara utuh
Seringkali beberapa virus menyamarkan dirinya menjadi bagian dari file/folder, sehingga anda perlu melihat esktensi file secara utuh. Berikut cara untuk menampilkan file pada Windows Explorer :
1.      Buka Windows Explorer (gunakan tombol Win+E)
2.      Pilih menu Organize, lalu klik Folder and search options
3.      Klik view, lalu hilangkan tanda centang pada pilihan Hide extensions for know file types.
4.      Jika terdapat file yang memiliki ekstensi ganda, seperti .jpg.exe atau .jpg.scr, maka dapat dipastikan bahwa file tersebut adalah virus.

7.      Mengubah atribut file menjadi read only
Salah satu cara untuk mencegah file dari infeksi virus dan perubahan yang tidak diinginkan dapat dilakukan dengan cara mengubah atribut file menjadi read only (hanya dapat dibaca). Anda dapat melakukannya melalui klik kanan pada file yang akan diatur, lalu pilih Propeties. Tambahkan tanda centang pada kotak Read only, lalu klik Ok.

8.      Menggunakan pengamanan zip atau Rar
Aplikasi winrar ibarat tas yang berfungsi mengkompres file – file yang ada menjadi satu paket, sehingga ukuran file-nya menjadi lebih kecil dan mempercepat proses transfer data. File yang dikompres menggunakan Winrar cenderung lebih aman dari serangan virus.

9.      Jangan Sembarangan Menginstall Software
Hati-hati terhadap software yang anda isntall baik yang anda beli dari cd bajakan di toko-toko cd, dari download di internet, dari teman, dan lain sebagainya. Virus maupun spyware bisa saja bersembunyi pada program yang anda pasang tanpa anda sadari. Biasakanlah untuk membackup semua file penting anda secara berkala pada flash drive, cd atau dvd agar bila terjadi sesuatu hal yang fatal anda tidak akan kehilangan data anda.

10.  Mencegah virus dari flashdisk
Salah satu kemampuan virus adalah dapat menggandakan dan menyebarkan dirinya. Ketika anda menghubungkan flashdisk ke komputer, seribgkali file – file di flashdisk secara otomatis terbuka (autorun). Beberapa virus memanfaatkan autorun untuk menginfeksi dan menyebarkan dirinya ke komputer. Untuk mencegah proses autorun tersebut, anda dapat menggunakan teknik Restriction Policies (kebijakan pembatasan). Namun sebelumnya anda harus log on sebagai pengguna administrator.
Selanjutnya anda harus mengidentifikasi drive yang digunakan untuk flashdisk. Sebagai contoh drive C dan D menyatakan drive harddisk, drive E menyatakan DVD-ROOM, dan drive F, G, dan H adalah flashdisk, maka dapat dibuat pengaturan sebagai berikut :
1.      Jalankan menu Run (Win+R), lalu ketikkan secpol.msc.





2.      Pilih Software Restriction Policies.


3.      Selanjutnya klik Action, lalu pilih New software restriction policies



4.      Klik ganda Additional Rules, klik Action, lalu klik New path Rules.

 
5. Masukkan path: F, lalu tentukan Security level: Disallowed.

Dengan demikian, ketika anda mencoba untuk mengeksekusi file berekstensi .exe dari flashdisk, maka akan muncul sebuah pesan.

2.6 Penanganan Komputer yang Terinfeksi Virus
1.      Menggunakan antivirus
      Gunakan program antivirus untuk mendeteksi dan menghapus virus. Lakukan pengaturan untuk pembacaan on-demand access setelah instalasi antivirus baru. Pastikan antivirus selalu update untuk mendapatkan antivirus terbaru.

Jika program antivirus tidak mampu mendeteksi dan menghapus virus atau hanya dapat mendeteksi tanpa dapat menghapus virus dari sistem, maka gunakan beberapa antivirus yang berbeda untuk menghapus virus dari sistem.

2.      Backup  Data Sebelum Dibersihkan
Melakukan backup data berharga sebelum menghapus virus dari file merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dilakukan karena pada beberapa kasus, menghapus virus mengakibatkan file menjadi rusak dan tidak dapat digunakan. Beberapa antivirus menyediakan pilihan untuk membuat backup file sebelum membersihkannya.

3.      Tune up utilities, satu untuk semua
Program tune up memiliki banyak fungsi, misalnya melakukan proses editing registry, defrag, install, uninstall, mengembalikan (recovery) data, dan sebagainya.


4.      Update dan Scan
Langkah pertama untuk perbaikan jika anda merasa ragu-ragu ataupun merasa yakin bahwa komputer anda terserang virs atau spyware adalah melakukan update. Update dapat dilakukan baik melalui download internet maupun secara offline jika anda memiliki filenya dari orang lain. Setelah terupdate dengan definition yang baru maka anda sebaiknya langsung melakukan scanning untuk segera menyingkirkan virus yang ditemukan.

5.      Aktif Pada Komunitas Mailing List / Forum Tentang Keamanan Komputer
Semakin anda banyak bergabung dengan komunitas komputer, maka semakin banyak orang yang akan membantu anda jika anda sedang dalam masalah. Jangan takut dan ragu untuk menanyakan masalah yang anda hadapi biarpun masalah itu sepele. Gunakan nama samaran jika perlu. Di luar sana terdapat banyak orang yang mungkin pernah mengalami hal yang sama dengan anda. Di samping itu anda mungkin akan mendapatkan tips jalan pintas, solusi, saran, dan sebagainya dari komunitas tersebut. Biasanya virus dan spyware yang terbaru juga dibahas pada komunitas tersebut.


















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat saya simpulkan bahwa saat ini, diperkirakan lebih dari 1.000.000 virus telah muncul. Dari rata – rata 200 virus baru yang dikembangkan, 20 diantaranya di desain untuk membuat kerusakan sistem dan membuat perintah berbahaya. Dalam upaya menangkal serangan virus, dibentuklah EICAR (European Institute for Komputer Antivirus Research) yang didirikan di Hamburg, Jerman  pada Desember 1990. Dan untuk meminimalisir menyerangnya virus komputer, kita harus memasang antivirus pada komputer kita.


















DAFTAR PUSTAKA

Ø  Asyqar, Firdaus, (2010), Menaklukan Virus Komputer, Jakarta: Cakrawala




1 Response to "Menaklukan Virus Komputer"

  1. awesome article,

    please visit this,

    https://www.ponpesalihsancbr.id

    BalasHapus